Kamis, 12 Januari 2012

MENGENANG BERJAYANYA PETERPAN


     Siapa yang tidak kenal dengan band Peterpan. Yah, band yang telah banyak memegang  rekor MURI ini sudah tidak asing lagi di telinga pendengar musik Indonesia. Bahkan, band ini menjadi band yang paling banyak digemari lagu-lagunya, mulai dari anak-anak, remaja, hingga yang tua sekalipun. Namun kekurangberuntungan kini sedang menghampiri band tersebut. Ariel, yang merupakan motor dari band ini harus menjalani hari-harinya dibalik jeruji besi karena skandal video mesumx. Nah, untuk mengenang berjayanya peterpan, berikut saya posting sebuah lagu darinya yang berjudul "Yang Terdalam". Lagu ini menjadi lagu terbaik sepanjang masa pilihan saya. Suaranya yang khas, liriknya yang santai, serta maknanya yang sangat dalam (sesuai judul lagunya), semua tertuang menjadi satu dalam lagu ini.

METODE PERHITUNGAN CADANGAN

        Untuk para miner, perhitungan cadangan tentunya merupakan hal mutlak yang harus diketahui karena hasil dari perhitungan cadangan akan digunakan pada perencanaan penambangan.
         Ada beberapa metode perhitungan cadangan yang umum dikenal yaitu:
1). Meode Konvensional yang terdiri dari:
     - Cross Section (penampang)
     - Isoline (kontur)
2). Metode Model Blok
       Untuk lebih lengkapnya, text book mengenai teori dan metode-metode perhitungan cadangan bisa sobat blogger download di sini

Rabu, 11 Januari 2012

LAPORAN EKSKURSI "TEKNOLOGI PEMANFAATAN BATUAN KARBONAT"

          Salah satu bentuk pemanfaatan dari batuan karbonat yang paling populer adalah sebagai marmer yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pada bahan bangunan. Pemanfaatan tersebut bermula dari proses penambangan,pengolahan,hingga menjadi marmer yang siap pakai. Salah satu perusahaan yang melakukan kegiatan tersebut adalah PT. CITATAH yang terletak di Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan.
Untuk lebih lengkapnya, silahkan download di sini


Senin, 06 Juni 2011

PROSES PEMBUATAN BRIKET BATUBARA PADA UPTD TAKALAR

Proses Pembuatan Briket Pada UPTD Pabrik Briket Batubara Takalar
            Batubara yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan briket pada pabrik tersebut adalah batubara yang berasal dari mallawa. Pada umumnya alat-alat yang digunakan pada pabrik tersebut adalah alat-alat yang masih sangat sederhana dan sangat terbatas. Untuk memperoleh briket batubara yang berkualitas baik seharusnya pada tahapan awal dilakukan proses untuk mengurangi kandungan air dari batubara yang akan digunakan, namun pada pabrik tersebut belum dilakukan karena keterbatasan alat yang digunakan.
Sebelum melalui proses, batubara dikumpul/ditampung pada Stockpile. Langkah pertama dalam pembuatan briket adalah memasukkan batubara kedalam Crusher melalui Beltconveyor, dimana crusher ini berfungsi untuk menghancurkan (crushing) batubara yang berukuran besar menjadi ukuran-ukuran tertentu yang diinginkan. Crusher yang digunakan tersebut dikendalikan/dikontrol dengan local control panel-1. Setelah mendapatkan batubara yang berukuran kecil dari hasil crushing, batubara tersebut dibawa ke Hammer mill  melalui beltconveyor untuk selanjutnya akan discreening (diayak) dengan tujuan untuk mendapatkan batubara yang berukuran halus. Hammer mill tersebut dikendalikan/dikontrol dengan local control panel-2.
Proses selanjutnya yang akan dilakukan adalah blending/mixing (pencampuran). Batubara yang sudah halus akan dibawa ke mixer melalui beltconveyor. Mixer tersebut berfungsi untuk mencampur (mengaduk) batubara yang sudah halus dengan bahan-bahan campuran lainnya seperti bahan perekat, soda api dan air. mixer tersebut dikendalikan/dikontrol dengan local control panel-3. Adapun bahan-bahan yang dicampurkan untuk setiap 4 karung batubara halus pada proses mixing adalah 5 kg tepung tapioca, ½ kg soda api, serta 3 ember air (atau dikondisikan). Fungsi dari tepung tapioca tersebut adalah sebagai bahan perekat, soda api berfungsi untuk membantu proses pembakaran briket, sedangkan air berfungsi untuk mengentalkan tepung tapioka agar lebih mudah merekatkan batubara yang halus agar lebih mudah dibentuk.
Setelah batubara dan bahan-bahan yang lainnya sudah bercampur dengan baik, hasil mixing tersebut akan ditranspor/diangkut ke Moulding Roll melalui beltconveyor untuk dicetak sesuai dengan model tertentu (berdasarkan model cetakan pada moulding roll) , dimana pada pabrik tersebut moulding roll yang digunakan merupakan percetakan dengan type telur.  Moulding roll itu sendiri dikontrol/dikendalikan dengan local control panel-4.
Briket yang telah dicetak tersebut belum bisa langsung digunakan karena masih dalam keadaan basah akibat dari pencampuran dengan air pada proses mixing sebelumnya, sehingga harus dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan briket pada pabrik tersebut dilakukan dengan cara menjemur briket batubara yang sudah dicetak. Namun, untuk menjaga kemungkinan terburuk ketika pada musim hujan tidak ada sinar matahari yang cukup untuk mengeringkan briket-briket tersebut, maka disiapkan sebuah oven berukuran besar yang bisa digunakan sebagai pengganti sinar matahari untuk mengeringkan briket yang sudah dicetak. Setelah dipastikan sudah kering maka briket-briket tersebut siap untuk dipasarkan.
Demikian proses singkat dari pembuatan briket di UPTD pabrik briket batubara  desa lengkese kecamatan manggarabombang kabupaten Takalar.

Minggu, 05 Juni 2011

TENTANG "MINERAL ALTERASI"



SIFAT OPTIK MINERAL ALTERASI (MINERAL TRANSPARAN)

          Zona Alterasi Hidrotermal dapat dibagi menjadi lima (5) zona berdasarkan kumpulan mineral ubahan yaitu :
1.  Zona Potasik
          Merupakan alterasi yang ada pada bagian dalam dari suatu sistim hidrotermal dengan kedalaman bervariasi yang umumnya lebih dari beberapa ratus meter. Dicirikan oleh ubahan mineral Biotite sekunder, K-Feldspar, Kuarsa, serisit dan magnetit. Mineral logam berupa sulfida berupa Kalkopirite dan Pyrite dengan perbandingan 1 : 1 hingga 1 : 3, bentuk endapan dapat dijumpai dalam bentuk mikroveiletmaupun veinlet serta dalam bentuk disseminated.
          Pembentukan Biotite sekunder ini dapat terbentuk akibat reaksi antara mineral mafik terutama mineral hornblende dengan larutan hidrotermal yamng kemudian menghasilkan biotite, feldspar maupun piroksin, reaksinya sebagai berikut :
        Ca2(Mg,Fe,Al)5(OH)2(Si,Al)4O11­ + SiO2 + 13O2+6K+                            
            Hornblende                                      Kuarsa
          K2(mg,Fe)2(OH)2AlSi3O10­ + 4KalSi3O8 + Ca (Mg,Fe)(SiO3)2(Al,FeO3)2
       Biotite                             Feldspar                  Augite
          2Mg2+ + Ca2+

          Selain biotisasi tersebut, mineral klorit muncul sebagai penciri zona ubahan potasik ini, Klorit merupakan  mineral ubahan dari mineral mafik terutama pyroksin, hornblende, maupun biotit, hal ini dapat dilihat bentuk awal dari mineral piroksin dengan jelas mineral tersebut telah mengalami ubahan menjadi klorit. Pembentukan mineral klorite ini pada reaksi antara mineral pyroksin dengan larutan hydrothermal yang membentuk klorite, feldspar serta mineral logam berupa magnetite dan hematit.
          Serisit dijumpai dalam jumlah yang sedikit dimana mineral ini merupakan mineral ubahan dari mineral feldspard yang merupakan mineral primer penyusun batuan.
          Kumpulan mineral Biotite, Klorite, serisit, k-feldspard, kuarsa yang dijumpai pada zona potasik ini terbentuk pada kondisi dimana kandungan Fe dan Mg terus bertambah pada tekanan gas tertentu, sedangkan komposisi ubahan k – feldspar dan serisit yang stabil terbentuk pada kondisi magmatik akhir dan hidrotermal awal.
          Mineral yang dijumpai pada zona ubahan potasik ini umumnya berbentuk menyebar dimana mineral tersebut merupakan mineral – mineral sulfida yang dalam pengamatan megaskopis terdiri atas pirit maupun kalkopirite dengan perimbangan yang relatif sama. Mineral lainnya berupa Azzurite dan Barite. Disamping berbentuk menyebar, mineralisasi dijumpai juga dalam bentuk veinlet maupun mikroveinlet mineral yang mengisi dalam bentuk ini umumnya berupa kuarsa serta mineral sulfida pirite dan kalkopiriote.
          Bentuk mineralisasi yang menyebar dan veinlet yang dijumpai pada zona potasik ini disebabkan oleh pengaruh metasomatik atau rekristalisasi yang terjadi pada batuan induk ataupun adan intervensi dari larutan magma sisa (larutan hidrotermal) melalui rekahan batuan ataupun melauli pori – pori batuan dan seterusnya berdifusi dan mengkristal pada rekahan pada batuan ataupun pori batuan.

§  Adapun Sifat Optik Mineral Alterasi pada Zona Potasik yaitu:
§  BIOTIT
  Sifat Fisik : Warna putih, kekerasan 2,5 – 3 skala mohs, cerat putih, belahan 1 arah, bentuk lembaran, kilap kaca, dapat ditembus oleh cahaya, densitas 2.7 – 3.3 g/cm3, berbentuk tabular dan rhombohedral..
  Komposisi Kimia : Komposisi kimia yang penting Al, K, H, O, S; merupakan salah satu mineral anggota grup Alunite, mengandung sulfat; rumus kimia KAl3[(OH)3[SO4]2.
  Sifat Optik : Sifat optik pada mineral ini ditunjukkan dengan sistem kristal trigonal, termasuk dalam kelas diagonal pyramidal kilap kaca,  tidak mempunyai kembaran, optik (α = 1.570-1.63, β= 1.61-1.7, γ = 1.61-1.7).
  Lingkungan Pembentukan : mineral ini terubah dan terbentuk di dalam batuan beku, seperti granit sampai gabro yang mengalami proses metamorfisme, selain itu ditemukan pada berbagai pegmatite dan dalam lava serta batuan metamorf.

§  SERISIT
§  Sifat Fisik ;Tidak berwarna – putih; kekerasan 5.5 – 6 skala mohs; kilap kaca; dapat ditembus oleh cahaya; pecahan conchoidal; cerat putih.
§  Komposisi Kimia : Rumus kimia Ca[Al2Si4O12].2H2O.
§  Sifat Optik ;Sistem kristal monoclinic dengan kelas kristal prismatic, surface relief sedang, optic nα = 1.498 nγ = 1.502
              
2.  Zona serisitisasi (philik)
          Merupakan zona alterasi yang terletak pada bagian luar dari zona potasik, dicirikan oleh kumpulan mineral ubahan serisit dan kuarsa sebagai mineral utama dengan pirit yang melimpah dan sejumlah anhiodrite. Alterasi ini berhubungan dengan tingginya rekahan bentuk endapannya berupa vein maupun veinlet yang diisi oleh serisit, kuarsa dan mineral sulfida.
          Penciri utama zona ini adalah munculnya mineral serisit secara intensif serta mineral kuarsa ubahan (sekunder). Zona ubahan ini ditandai oleh munculnya mineral berupa mineral lempung, sedangkan biotite sekunder dan klorite dijumpai dalam jumlah yang sedikit.
          Melimpahnya serisit pada zona ini merupakan hasil ubahan dari mineral palgioklas dan ortoklas yang menyusun batuan, reaksi kimianya sebagai berikut :
3KalSi3O8 + 2H+                         Kal3Si3O10(OH)2 + 6SiO2 + 2 K+
          Feldspar                                       Serisit                      Kuarsa
Kuarsa juga dapat terbentuk dari reaksi feldspar dengan piroksin :
KalSi3O8 + Ca (Mg,Fe)(siO­)2 + 2S4O2                                      FeS2+2SiO2+3K+Mg
          Feldspar       Piroksin                              Pirit     Kuarsa
          (Si3Al)O10 (OH)8 + Ca2+
            Klorite

          Mineral sulfida pada zona ini didominasi oleh Pyrite dimana kandungan pyrite tersebut semakin berkembang kearah luar zona ini.

§  Adapun Sifat Optik Mineral Alterasi pada Zona Serisitisasi yaitu:
§  SERISIT
§  Sifat Fisik : Tidak berwarna – putih; kekerasan 5.5 – 6 skala mohs; kilap kaca; dapat ditembus oleh cahaya; pecahan conchoidal; cerat putih.
§  Komposisi Kimia : Rumus kimia Ca[Al2Si4O12].2H2O.
§  Sifat Optik : Sistem kristal monoclinic dengan kelas kristal prismatic, surface relief sedang, optic nα = 1.498 nγ = 1.502

3.  Zona Propilitik
          Zona ini berkembang pada bagian luar dari zona alterasi, yang dicirikan oleh kumpulan mineral epidot maupun karbonat dan juga klorite. Alterasi ini dipengaruhi oleh penambahan unsur H dan CO2. Mineral logam pirite mendominasi zona ini dimana keterdapatannya dijumpai mengganti fenokris piroksin maupun hornblende, sedangkan kalkopirite jarang dijumpai.
          Pada pengamatan lapangan, batuan yang termasuk pada zona ini umumnya menampakan warna abu – abu hingga abu – abu kehijauan, hal ini disebabkan oleh ubahan dari mineral penyusun batuan menjadi mineral yang umumnya berwarna hijau yaitu kloriote dan epidot.

§  Adapun Sifat Optik Mineral Alterasi pada Zona Propilitik yaitu:
§  CHLORITE
  Sifat Fisik : secara umum mineral ini berwarna hijau , kekerasan 2 – 2,5 skala mohs; kilap tanah/lilin; pecahan sub-conchoidal ; densitas 2.6 – 3.3 g/cm3; belahan 2 arah; tidak dapat ditembus oleh cahaya; cerat tidak mempunyai warna, bentuk prismatik
  Komposisi Kimia : Komposisi kimia yang penting Al, H, O, Si; mengandung unsur silikat dan aluminum; rumus kimia Al2Si2O5(OH)4..
  Sifat Optik : Sistem kristal monoclinic, kelas kristal pedial, pleokroisme lemah tidak tampak, mempunyai surface relief rendah, optik (α = 1.570-1.66, β= 1.57-1.67, γ = 1.57-1.67).
  Lingkungan Pembentukan : Terbentuk karena alterasi dari metamorfosa tingkat rendah dan alterasi hidrotermal dari mineral besi, magnesium silikat. Sebagian besar di temukan pada batuan beku maupun metamorf.

4.  Zona Argilik
          Zona ini terbentuk akibat rusaknya unsur potasium, kalsium dan magnesium menjadi mineral lempung. Zona ini dicirikan oleh mineral lempung, kuarsa dan karbonat. Unsur potassium, kalsium dan magnesium dalam batuan berubah menjadi montmoriloni, illit, hidromika dan klorite. Pada bagian atas dari zona ini terbentuk zona advance argilik pada kondisi fluida yang lebih asam dibandingkan zona argilik. Zona ini tidak selalu hadir, dicirikan oleh mineral kuarsa, silica amor seperti andalusit, alunit, dan korundum. Kehadiran mineral sulfida tidak intensif dijumpai, kandungan pirite sekitar 2%.

§  Adapun Sifat Optik Mineral Alterasi pada Zona Argilik yaitu:
§  ILLIT
§  Sifat Fisik : sifat fisik mineral ini secara umum ditunjukkan dengan warna keputihan ; dengan kekerasan 1 – 2 skala mohs; kilap seperti mutiara; pecahan micaeous ; densitas 2.61 g/cm3; belahan 1 arah; dapat ditembus oleh cahaya; cerat putih.
§  Komposisi Kimia : Komposisi kimia yang penting Al, H, K, O, Si; mengandung unsur Filosilikat; rumus kimia mineral ini adalah K0.65A2I[Al0.65Si3.35O10](OH)2..
§  Sifat Optik : Sistem kristal yang ditunjukan pada mineral ini adalah sistem monoclin, kelas kristal prismatic, pleokroisme lemah (tidak tampak), mempunyai surface relief rendah.
§  Lingkungan Pembentukan : Terbentuk karena alterasi hidrotermal dari muskovit, fengit dan perubahan dari smektit. Terbentuk di dalam endapan-endapan lempung.
§  CHLORITE
  Sifat Fisik : secara umum mineral ini berwarna hijau , kekerasan 2 – 2,5 skala mohs; kilap tanah/lilin; pecahan sub-conchoidal ; densitas 2.6 – 3.3 g/cm3; belahan 2 arah; tidak dapat ditembus oleh cahaya; cerat tidak mempunyai warna, bentuk prismatik
  Komposisi Kimia : Komposisi kimia yang penting Al, H, O, Si; mengandung unsur silikat dan aluminum; rumus kimia Al2Si2O5(OH)4..
  Sifat Optik : Sistem kristal monoclinic, kelas kristal pedial, pleokroisme lemah tidak tampak, mempunyai surface relief rendah, optik (α = 1.570-1.66, β= 1.57-1.67, γ = 1.57-1.67).
  Lingkungan Pembentukan : Terbentuk karena alterasi dari metamorfosa tingkat rendah dan alterasi hidrotermal dari mineral besi, magnesium silikat. Sebagian besar di temukan pada batuan beku maupun metamorf.

5.  Alterasi Skarn
          Alterasi ini terbentuk akibat adanya kontak antara batuan sumber dengan batuan karbonat, zona ini sangat dipengaruhi oleh komposisi batuan yang kaya akan kandungan mineral karbonat. Pada kondisi yang kurang akan air, zona ini dicirikan oleh pembentukan mineral garnet, klinopiroksin dan wallasonite serta mineral magnetit dalam jumlah yang cukup besar, sedangkan pada kondisi yang kaya akan air, zona ini dicirikan oleh kehadiran mineral klorite, tremolit, aktinolit, dan kalsit dari larutan hidrotermal.
          Proses pembentukan skarn akibat urutan kejadian – metasomatisme – retrogradasi:
-          Isokimia : Meruipakan transfer panas antara larutan magma dengan batuan samping. Proses ini H2O dilepas dari intrusi dan CO2 dari batuan samping karbonat. Proses ini sangat dipengaruhi oleh temperatur, komposisi dan tekstur hots rocksnya
-          Metasomatisme : Pada tahap ini terjadi eksolusi larutan magma ke batuan samping yang karbonat sehingga terbentuk kristalisasi pada bukaan – bukaan yang dilewati larutan – larutan magma.
-          Retrogradasi : merupakan yahap dimana larutan magma sisa telah menyebar pada batuaa samping dan mencapai zona kontak dengan water table sehingga air tahan turun bercampur dengan larutan.

§ Adapun Sifat Optik Mineral Alterasi pada Zona Argilik yaitu:
§  KALSIT
 Sifat Fisik : Secara megaskopis mineral ini berwarna putih, kuning,dan merah; kekerasan 3 skala mohs; cerat putih; pecahan uneven/irrengular ; densitas 2.711 g/cm3; belahan 1 arah; kilap kaca, dapat ditembus oleh cahaya.
 Komposisi Kimia : Komposisi kimia yang penting C, Ca, O; merupakan anggota dari Calcite grup mineral; mengandung unsur karbonat; rumus kimia CaCO3. Mineral ini kaya terhadap kandungan kalsium sehingga dalam proses pelarutan dengan mineral asam ia sangat cepat beraksi
  Sifat Optik.
 Sistem kristal trigonal, termasuk dalam kelas hexagonal scalenohedral, optik nω = 1.640 – 1.660 nε = 1.486.
  Lingkungan Pembentukan.
 Terbentuk di laut, sebagai nodul dalam batuan sedimen, selain itu juga bisa terbentuk pada urat-urat hydrothermal sebagai mineral gang di dalam berbagai batuan beku.

§  CHLORITE
  Sifat Fisik : secara umum mineral ini berwarna hijau , kekerasan 2 – 2,5 skala mohs; kilap tanah/lilin; pecahan sub-conchoidal ; densitas 2.6 – 3.3 g/cm3; belahan 2 arah; tidak dapat ditembus oleh cahaya; cerat tidak mempunyai warna, bentuk prismatik
  Komposisi Kimia : Komposisi kimia yang penting Al, H, O, Si; mengandung unsur silikat dan aluminum; rumus kimia Al2Si2O5(OH)4..
  Sifat Optik : Sistem kristal monoclinic, kelas kristal pedial, pleokroisme lemah tidak tampak, mempunyai surface relief rendah, optik (α = 1.570-1.66, β= 1.57-1.67, γ = 1.57-1.67).
  Lingkungan Pembentukan : Terbentuk karena alterasi dari metamorfosa tingkat rendah dan alterasi hidrotermal dari mineral besi, magnesium silikat. Sebagian besar di temukan pada batuan beku maupun metamorf.
ALTERATION COLOURS

ALTERATION STYLE
CODE
MINERAL ASEMBLANGE
KEY MINERAL (S)
MAP COULOR
”PROPYLITIC”
Prop
Epidot,chlorite+Illite, Illite-smectite,carbonate anhydrite,clay,quartz,pyrite
Chlorite, epidote
Dark green
”POTASSIC”
Pot
K-spar/albit,biotite+magnetite,
Chlorite, sericite,anhydrite
K – spar, Biotite
Red
”PHYLLIC/
SERICITIC”
Phy
Sercite,Illite+quartz,adularia,
Smectile, anhydrite,pyrite
Sericite, Illite
Pale blue
« ARGILLIC »
Arg
Clay’s :kaolinite,dickite,smevti
Te + Pyrite, gypsum.
Kaolinite + Pyrite
Tan
« PORPHYRY-RELATED ADVANCED ARGILIC »
Adarg
Kaolinite,dickite, alunite,pyropillite,vuggy silica,pyrite,gypsum
Kaolinite-dickite,alunite,vuggy sillica
Yellow
“SILICIFICATION”
Sil
Quartz (>30%, vol)
Quartz
Pink



CONTOH "LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN"



LATAR BELAKANG
Sektor Pertambangan merupakan salah satu sektor penunjang perekonomian negara secara keseluruhan baik dari sisi nilai tambah terhadap produk domestik bruto maupun dari segi ekspor nasional. Sektor pertambangan menyerap ratusan hingga ribuan tenaga kerja yang akan bergerak di berbagai bidang. Selain itu industri pertambangan mampu menarik berbagai pihak karena dengan berbagai hasil tambang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak serta kualitas sumber daya manusia dalam suatu negara.
Seiring dengan hal tersebut, seorang calon ahli tambang diharapkan mempunyai wawasan tentang industri pertambangan. Sehingga  dengan wawasan luas yang telah didapatkan mampu  menjadi dasar dalam manejemen waktu dan pemecalahan masalah yang akan didapatkan ketika telah memasuki dunia kerja khususnya dibidang pertamabangan kedepannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Hasanuddin melalui Program Studi Teknik Pertambangan yang merupakan program studi teknik pertambangan yang masih baru di Indonesia bermaksud mengembangkan wawasan industri pertambangan. Oleh karena dirasakan belum cukupnya ilmu yang didapatkan kuliah di kelas maka dilaksanakanlah kegiatan Ekskursi Tambang ke perusahaan tambang di Indonesia.
Guna mendukung kegiatan tersebut maka dengan berbagai pertimbangan dan kondisi dunia pertambangan saat ini kami memilih PT. Newmont Nusa Tenggara, sebagai lokasi Ekskursi Tambang. Adapun beberapa pertimbangan seperti PT. Newmont Nusa Tenggara  merupakan salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia yang memiliki struktur organisasi yang lengkap.dan engaplikasian  ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang pertambangan di PT. Newmont Nusa Tenggara  telah begitu pesat.
Dengan mengikuti kegiatan Ekskursi Tambang ini diharapkan mampu melahirkan calon ahli tambang yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan industri pertambangan  sehingga  mampu mengatasi berbagai persoalan khususnya dalam dunia pertambangan kedepannya.
MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud ­dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai upaya peningkatan wawasan mahasiswa terhadap industri pertambangan khususnya di Indonesia. Dengan wawasan tersebut diharapkan berguna bagi mahasiswa dalam mendukung kegiatan perkuliahan. Selain itu kedepannya wawasan pertambangan juga berguna dalam aplikasinya di dunia kerja.    
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan Ekskursi Tambang adalah sebagai berikut :
a.        Memberikan wawasan industri pertambangan tentang struktur organisasi di perusahaan tambang.
b.        Meningkatkan  pengetahuan tentang situasi kerja serta manajemen di perusahaan tambang.
c.        Meningkatkan wawasan tentang cakupan lingkungan kerja Teknik Pertambangan.
d.        Meningkatkan kemampuan mahasiswa Teknik Pertambangan dalam hal kemampuan yang akan diaplikasikan di bidang pertambangan kedepannya.

NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini dinamakan ”Ekskursi Tambang 2009 Goes to PT. Newmont Nusa Tenggara, Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin”

WAKTU DAN TEMPAT
Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dalam waktu 2 hari yaitu pada tanggal 14 s/d 15 Desember 2009 bertempat di lokasi tambang PT. Newmont Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.




BENTUK KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan Ekskursi Tambang 2009 Goes to PT Newmont Nusa Tenggara pada Semester Awal 2009/2010, dibagi dalam dua bentuk kegiatan, yaitu pemahaman materi di kelas yang diberikan oleh dosen dan peninjauan lokasi di lapangan.
Kesinambungan materi kelas dan lapangan dirangkum dalam garis besar pokok-pokok bahasan Ekskursi Tambang yang meliputi :
1.        Kunjungan ke lokasi tambang PT. Newmont Nusa Tenggara.
2.        Kuliah umum dari pihak  PT. Newmont Nusa Tenggara.
PESERTA
Peserta kegiatan Ekskursi Tambang 2009 Goes to PT Newmont Nusa Tenggara diprioritaskan pada mahasiswa yang telah melewati empat semester , terdiri dari 45 mahasiswa dan 1 orang diantaranya adalah Mahasiswa/Putra Daerah KAB. LUWU TIMUR yang merupakan  angkatan 2007 pada Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Nama-nama peserta terlampir.

PANITIA PELAKSANA

Demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan maka dibentuk panitia pelaksana (terlampir) yang terdiri dari seluruh peserta “Ekskursi Tambang 2009 Goes to PT Newmont Nusa Tenggara” Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dengan sekretariat bertempat di :
o      Lantai 4 Gedung PBT Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Makassar 90245. Telp. 081355701665, Email: Eskursi_Tambang2009@yahoo.co.id
o      Contact Person atas nama Edi Siswanto (081355263298), Yudhistira (081355701665), dan Muh. Sukardi (085255625056).

ANGGARAN KEGIATAN
Anggaran pelaksanaan kurikulum “ Ekskursi Tambang 2009 Goes to PT Newmont Nusa Tenggara”  ini adalah sebesar, Rp.  93.522.000,- (Terbilang : Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Dua Puluh Dua Ribu Rupiah)  dengan rincian anggaran terlampir.
Adapun sumber dana pelaksaanaan kegiatan berasal dari :

·         Kontribusi Peserta  
·         Universitas Hasanuddin
·         Bantuan Perusahaan – perusahaan yang berkaitan dengan pertambangan
·         Bantuan Pemerintah
·         Usaha-usaha Kreatifitas panitia
·         Sumbangan yang tidak mengikat
PENUTUP
Demikianlah laporan pertanggungjawaban ini kami susun sebagai hasil pelaksanaan kegiatan Ekskursi Tambang dengan harapan dapat memberi manfaat bagi partisipasi seluruh pihak, baik untuk pihak Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin maupun unutuk pihak PEMDA KAB. LUWU TIMUR.
Akhirnya atas bantuan baik moril dan materil dari pihak PEMDA KAB. LUWU TIMUR dalam menyukseskan pelaksanaan  kegiatan “Ekskusi Tambang 2009 Goes To PT NEWMONT NUSA TENGGARA” ini, kami dari pihak Panitia Pelaksana mengucapkan banyak terima kasih.
Mudah-mudahan kedepannya, hubungan dan kerjasama antara pihak Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin dan PEMDA KAB. LUWU TIMUR dapat tetap terjaga dan terus berlanjut.
Amin dan Terimakasih…


Makassar, 4 Januari 2010

Panitia Pelaksana,
Ekskursi Tambang 2009
Goes to PT Newmont Nusa Tenggara

                            
                                                                            

Edi Siswanto
Ketua

Ahmad Fithry A. Lopa
Sekretaris


Mengetahui,

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin



Dr. Eng. Ir. Muhammad  Ramli, MT.
NIP : 132 067 374


Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA
EKSKURSI TAMBANG 2009 GOES TO PT NEWMONT NUSA TENGGARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN


Ketua Panitia     :   Edi Siswanto
Sekretaris          :   Ahmad Fithry A. Lopa
Bendahara          :   Isna Haeranti





Divisi Kesektariatan
Koordinator      : Muh. Sukardi
Anggota            : Azhari Maulana
                         Grinus Halilintar
                         Wahyudi M
                         Juana

Divisi Dana
Koordinator      : Faisal Zainal
Anggota            : Irwal
                         Ferdianus M
                         Siti H Bin Tara Tuo
                         Robertus Robi
                         Nur Fitria

Divisi Perlengkapan
Koordinator      : Muh Ikhsan
Anggota            : Muh Reski A
                         Luhutan David
                         Marwan Zamili
                         Ibrahim

Divisi  Humas
Koordinator      : Awan Hidayat
anggota            : Eko Saputra
                         Fitrani Amin
                         Afif  Alhariri
                         Muttahir  Arifin
                         A. Rezki Ilham
Divisi Acara
Koordinator      : Yudhistira
Anggota            : La Ode Abdul Sadri
                         Y Deril Salempang
                         Heril Cahyadi
                         Dian Lestari B


Divisi Transportasi
Koordinator      : Aan Anggareksa
Anggota            : Rusadi  A
                         Dedi Saputra
                         Saipul
                         Chandra I Ramba

Divisi Publikasi dan Dokumentasi
Koordinator      : Primus Julian
Anggota            : Andi Asrul B
                         Alfian banggabua
                         Marshall P
                         La Ode Suhadar



Divisi Logistik
Koordinator      : Sasmi A Pakaya
                         Rini Antika
                         Ardianto Larawa
                         Argha Bongga
                         Vebrina T




Lampiran 2
ANGGARAN BIAYA
EKSKURSI TAMBANG 2009 GOES TO PT NEWMONT NUSA TENGGARA
 PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
I.       KESEKRETARIATAN
1.    Pengadaan proposal 40 jilid @ Rp 20.000                      Rp.       800.000,-
2.    Stempel panitia                                                             Rp.                50.000,-
3.    Persuratan                                                               Rp.       200.000,-
Sub Total                                             Rp.   1.050.000,-

II.     PERLENGKAPAN
1.         4 Rim Kertas A4 @ Rp 30.000                                   Rp.        120.000,-
2.         4 Rim Kertas HVS @ Rp 30.000                                Rp.      120.000,-
3.         4 Rim Kertas Kuarto @ Rp 30.000                             Rp.      120.000,-
4.         1 Box Spidol non permanen @ Rp. 20.000,-                Rp.        20.000,-
5.         1 Box Spidol permanen @ Rp. 20.000,-                          Rp.    20.000,-
Sub Total                                             Rp.      400.000,-
III.  TRANSPORTASI
1.        Transportasi 45 peserta dari Makassar ke PT Newmont,
       Sumbawa (PP) @ Rp. 1.500.000,-                             Rp.                     67.500.000,-
2.        Transportasi 6 Dosen dari Makassar ke PT Newmont,
       Sumbawa (PP) @ Rp. 1.500.000,-                             Rp.    9.000.000,-
                                                                         
Sub Total                                             Rp.76.500.000,-

IV.    KONSUMSI
1.        Makan + Snack 45 peserta + 6 dosen
3 x sehari selama 4 hari (perjalanan) @ Rp. 10.000,-                        Rp.  6.120.000,-
Sub Total                                             Rp.  6.120.000,-

V.      PUBLIKASI & DOKUMENTASI
1.        Spanduk Kegiatan 3 buah @ Rp. 150.000,-                 Rp.       450.000,-
2.        Publikasi Untuk Media Cetak                                     Rp.       500.000,-
Sub Total                                             Rp.      950.000,-



REKAPITULASI :
I.       KESEKRETARIATAN                                                               Rp.    1.050.000,-
II.     PERLENGKAPAN                                                                    Rp.       400.000,-
III.  TRANSPORTASI                                                                     Rp.  76.500.000,-
IV.    KONSUMSI                                                                              Rp.    6.120.000,-
V.      PUBLIKASI & DOKUMENTASI                                             Rp.        950.000,-
              Jumlah                                                                            Rp.  85.020.000,-
                  Biaya tak terduga 10% dari jumlah anggaran      Rp.    8.502.000,-
TOTAL ANGGARAN                                                                         Rp.  93.522.000,-

Terbilang :          Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Dua Puluh Dua Ribu Rupiah



ANGGARAN PEMASUKAN
EKSKURSI TAMBANG 2009 GOES TO PT NEWMONT NUSA TENGGARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

I.                DANA PESERTA @ Rp 1.500.000                                 Rp.  67.500.000,-
II.              BANTUAN PEMKAB LUWU TIMUR                                Rp.    1.000.000,-
III.            DANA PROPOSAL INSTANSI  LAINNYA                     Rp.  18.000.000,-
IV.             DANA PANITIA DAN LAIN-LAIN                                  Rp.    7.000.000,-
            Jumlah                                                                               Rp.  93.500.000,-

Terbilang :          Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah

Lampiran 3
PESERTA EKSKURSI TAMBANG 2009
GOES TO PT NEWMONT NUSA TENGGARA
SEMESTER AWAL 2009/2010
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
No.
STAMBUK
NAMA
1.
D621 07 001
ISNA HAERANTI
2.
D621 07 002
MUH. REZKI ALHAQ
3.
D621 07 004
IBRAHIM
4.
D621 07 005
FAIZAL ZAINAL
5.
D621 07 006
MUTAHIR ARIFIN
6.
D621 07 007
ROBERTUS ROBI
7.
D621 07 008
JUANA
8.
D621 07 010
FITRANI AMIN
9.
D621 07 012
DEDY SAPUTRA
10.
D621 07 013
LAODE SYUHADAR
11.
D621 07 014
ARDIANTO LARAWA
12.
D621 07 015
MARWAN ZAM MILI
13.
D621 07 016
VEBRINA ANGGRAINI T
14.
D621 07 017
SITI H BIN TARA TUO
15.
D621 07 018
ANDI HASRUL B
16.
D621 07 019
PERDIANUS MATARRU
17.
D621 07 020
ALFIAN BANGNGABUA
18.
D621 07 021
AAN ANGGAREKSA. A
19.
D621 07 022
GRINUS HALILINTAR
20.
D621 07 023
IKHSAN SETIAWAN
21.
D621 07 024
EKO SAPUTRA
22.
D621 07 026
MUHAMMAD SUKARDI Z
23
D621 07 027
PRIMUS JULIAN S
24
D621 07 028
HERIL CHAHYADI
25
D621 07 029
LUHUTAN DAVID P
26
D621 07 030
AZHARI MAULANA
27
D621 07 031
AWAN HIDAYAT
28
D621 07 032
CHANDRA I RAMBA
29
D621 07 035
AFIF ALHARIRI P
30
D621 07 036
IRWAL
31
D621 07 038
YANCHE DERIL S
32
D621 07 040
RUSADI APRIANSAH
33
D621 07 041
MARSHALL PASORONG
34
D621 07 043
SASMI A W PAKAYA
35
D621 07 044
WAHYUDI MUNIM A
36
D621 07 045
YUDHISTIRA
37
D621 07 046
ARGHA BONGGA M
38
D621 07 047
ANDI RIZKI ILHAM
39
D621 07 049
SAIPUL ARIFUDDIN
40
D621 07 050
EDI SISWANTO
41
D621 07 051
AHMAD FITRI A LOPA
42
D621 07 052
LD ABDUL SADRI
43
D621 07 053
RINI ANTIKA
44
D621 07 054
DIAN LESTARI B
45
D621 07 055
NURFITRIAH


Catatan :
v  Nama yang dicetak tebal dan berawarna merah adalah Mahasiswa/Putra Daerah KAB. LUWU TIMUR yang berjumlah 1 orang.